RSS

Cara Menganalisis Konflik

26 Aug

Kajian Timur Tengah

Dalam acara launching dan bedah buku Prahara Suriah di Univ Paramadina, dua akhwat berjilbab lebar hadir dan duduk paling depan. Kelihatannya mereka tekun menyimak pemaparan para pembicara, termasuk saya. Namun saya sungguh kaget saat salah satu dari akhwat itu berbicara di sesi tanya jawab. Dia menujukan pernyataan (bukan pertanyaan) kepada Wakil Dubes Suriah, kurang lebih, “Sebenarnya saya tidak perlu semua pembicaraan ini [sambil menujuk ke arah para pembicara]. Saya hanya ingin menyampaikan pesan kepada saudara-saudara Sunni saya di Suriah, tolong sampaikan kepada mereka permintaan maaf saya karena saya tidak bisa melakukan apa-apa untuk membantu mengurangi penderitaan mereka.”

Sungguh tak saya sangka rupanya si akhwat itu tadi selama hampir tiga jam duduk di depan saya sambil menulikan pendengaran dan menutup pengelihatannya. Meskipun tak bicara blak-blakan, tapi nadanya mengandung emosi, jelas sekali si akhwat tetap berpegang pada paradigma yang dibawanya sejak awal, yaitu bahwa ini adalah konflik Sunni-Syiah dan kaum Sunni menjadi…

View original post 852 more words

 
Leave a comment

Posted by on August 26, 2013 in Technologi

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: