RSS

Epistemologi Islam: Integrasi Ilmu dan Iman

26 Apr

saripedia.com

Oleh: Kholili Hasib

religion-vs-science

Disiplin ilmu pengetahuan apapun, semuanya harus menjadikan akidah sebagai asas dasarnya

DALAM paradigma kaum relativis, iman cenderung disempitkan maknanya pada masalah hati saja.  Sehingga, agama dikerdilkan  pada soal pribadi dan dogma belaka. Ilmu pengetahuan tidak masuk ke dalam kajian agama. Seperti pernyataan Sigmund Freud bahwa, agama adalah takhayul. Sehingga sudah semestinya disingkirkan untuk diganti dengan pemikiran dan pengetahuan. Ia mengatakan, “Karena peradaban manusia sudah mencapai usia dewasa, maka sudah saatnya untuk menyingkirkan agama dan kemudian menggantinya dengan bentuk pemikiran yang dewasa” (Daniel L. Pals, Seven Theories of Religion, Tujuh Teori Agama Paling Komprehensif, hal. 109).

Inilah epistemologi sekular. ‘Mengharamkan’ kaitan antara agama dengan ilmu pengetahuan. Oleh sebab itu pemikiran orang sekuler tidak menjadikan agama sebagai sumber kebenaran mutlak. Sebabnya, agama diyakini dogma yang berisi keyakinan yang tidak bisa dijangkau oleh pancaindera. Akhirat, pahala, siksa dan lain sebagainya hanyalah dogma belaka. Pada tingkatan yang ekstrim, orang sekuler sampai berkeyakinan…

View original post 758 more words

 
Leave a comment

Posted by on April 26, 2013 in Re-Blog

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: